Selasa, 01 Juli 2014

Akuisisi Bahasa dan Penerapan
                              
Teori Akuisisi Bahasa
Lima hipotesis berikut ini merangkum teori saat ini tentang akuisisi bahasa. (Untuk diskusi teknik dan bukti pendukung, lihat Krashen 1994, 2004).

Hipotesis Pembelajaran-Akuisisi
Kita punya dua cara yang sangat berbeda untuk mengembangkan kemampuan dalam bahasa lain. Kita bisa memperoleh bahasa, kita bisa belajar bahasa. 
            Akuisisi bahasa terjadi secara di bawah sadar. Ketika itu terjadi, kita tidak sadar bahwa itu terjadi. Kita pikir kita memiliki percakapan, membaca buku, menonton film. Tentu saja, kita, tapi di waktu yang sama, kita mungkin memperoleh bahasa.
            Juga, sekali kita memperoleh sesuatu, kita biasanya tidak adar bahwa apapun telah terjadi; pengetahuan di simpan dalam otak kita secara di bawah sadar.
            Penelitian dengan kuat mendukung pandangan bahwa kedua anak dan orang dewasa bisa secara di bawah sadar memperoleh bahasa. Dan juga, kedua bahasa lisan dan tulisan bisa di peroleh.
            Akuisisi kadang mengacu kepada “mengenal” sebuah bahasa. Ketika seseorang berkata, “Saya berada di Perancis untuk sementara, dan saya mengenal beberapa orang Perancis”. Itu berarti dia lelaki atau perempuan memperolehnya.
            Mempelajari bahasa adalah proses sadar: Ketika kita mempelajari, kita tahu kita mempelajari dan kita mencoba untuk belajar. Pembelajaran bahasa adalah apa yang kita lakukan di sekolah; dalam bahasa sehari-hari, kita berbicara tentang “peraturan” dan “tata bahasa,” kita berbicara tentang “pembelajaran”.

            Koreksi kesalahan yang seharusnya untuk membantu pembelajaran. Ketika kita membuat kesalahan dan di koreksi, kita diharapkan untuk mengubah versi dari aturan bawah sadar kita. Jika seorang pelajar berkata, “Saya datang ke sekolah setiap hari,” dan pelajar diharapkan untuk menyadari bahwa –s tidak terjadi pada bentuk tunggal orang pertama dari kata kerja.

Selasa, 13 Mei 2014

The Analysis of The Translation of The Bone's Setter Using Google Machine

PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
1
These are the things i know are true:
Ini adalah hal yang saya tahu adalah benar:
Inilah hal yang aku tahu semua itu benar:
Analysis :
The word “things” is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “hal” which is properly translated. Based on English-Indonesian Dictionary, the word “things” can be interpreted “hal” atau “hal-hal”. So the word “things” sound better and natural if translated to “hal”.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
2
My name is LuLing Liu Young.
Nama saya LuLing Liu Muda.
Nama saya adalah LuLing Liu Young.
Analysis :
The word “young” is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “muda” which is properly translated. But in this case, the word “young” is used to the name of person. So the word “young” does not change.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
3
The names of my husbands were Pan Kai Jing and Edwin Young, both of them dead and our secrets gone with them.
Nama-nama suami saya adalah  Pan Kai Jing dan Edwin Young, keduanya mati dan rahasia kami pergi dengan mereka.
Nama-nama suami saya adalah Pan Kai Jing dan Edwin Young, keduanya mati dan rahasia kami pergi denganya.

Analysis:
In this sentences is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate. Gramatically, google translate same as the real meaning. And the meaning from google translate sounds natural and better.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
4
My daughter is Ruth Luyi Young.
Putri saya adalah Ruth Luyi Young.
Putri saya adalah Ruth Luyi Young.
Analysis:
This sentence which is translate by google translate is correct, all of the structure ,vocab, and grammar is correct and have same the real meaning. Nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
5
She was born in a Water Dragon Year and I in a Fire Dragon Year.
Ia dilahirkan di Tahun Naga Air dan Aku di dalam Api Tahun Naga.
Dia lahir di Tahun Naga Air dan Aku di Tahun Naga Api.
Analysis:
The sentence above shown that the opposite is grammatically between target language and my revised. In target language is shown on the word “dilahirkan” nor in my revised is “lahir”. The word “Fire Dragon Year” literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “Api Tahun Naga” which is not clear to the meaning of the text. That is why the translator translates “Fire Dragon Year” into “Tahun Naga Api” to make it clearer for the reader.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
6
So we are the same but for opposite reason.
Jadi kita sama tapi untuk alasan yang berlawanan.
Jadi kita sama tapi untuk alasan yang berbeda.
Analysis:
The word “opposite” is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “berlawanan” which is not clearly to the meaning of the text. Based on English-Indonesia Dictonary the word “opposite” means “berlawanan”, but translator still found it still unnatural. So, translator translates “opposite” into “berbeda” to make it sound natural.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
7
I know all this, yet there is one name i cannot remember.
Aku tahu semua ini, namun ada satu nama saya tidak ingat.
Aku tahu semua ini, tapi ada satu nama yang aku lupa.
Analysis:
The word “remember” is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “ingat” which is not properly translated. Based on English-Indonesia Dictionary, the word “remember” means “ingat”, but translator still found it still unnatural. So, translator translates “remember” into “lupa” to make it clearer for the reader.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
8
It is there in the oldest layer of my memory, and I cannot dig it out.
Hal ini ada di lapisan tertua dari ingatan saya, dan saya tidak bisa menggalinya keluar.
Ini adalah lapisan tertua dari ingatanku, dan aku tidak bisa mengeluarkannya.
Analysis:
In this sentences, the word “layer” means “lapisan” in Indonesian, but in this context it is not match. The right one is “ingatan”. The phrase “cannot dig it out” means “tidak bisa menggali” in Indonesia. It is also not match in this context. The right one is “tak bisa mengingatnya”. Because it is more easy to understood.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
9
A hundred times I have gone over that morning when Precious Auntie wrote it down.
Seratus kali saya pergi lebih pagi itu ketika Bibi Tersayang menuliskannya.
Seratus kali aku pergi lebih pagi ketika Bibi Tersayang menuliskanya.
Analysis :
The suffix “-nya” in the word “menuliskannya” cannot change new meaning but for shown doing something by actor.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
10
I was only six then, but very smart.
Aku hanya enam itu, tapi sangat cerdas.
aku berusia enam tahun waktu itu, tapi sangat pintar.


Analysis:
In the sentences above, the target language can’t found compatibility between google translation and the real meaning. Because google translate translated word by word and doesn’t look the context. So, the word “itu” it doesn’t needed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
11
I could count.
Aku bisa menghitung.
Aku bisa menghitung.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.

PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
12
I could read.
Aku bisa membaca.
Aku bisa membaca.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.

PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
13
I had a memory for everything, and here is my memory of that winter morning.
Aku punya memori untuk segala sesuatu,  di sini adalah kenangan saya yang dingin pagi.
Aku ingat segalanya, dan ini adalah kenanganku di pagi pada musim dingin.

Analysis:
The word “memory” is literally into Bahasa Indonesia using google translate become “memori” which is sounds unnatural. Based on English-Indonesia Dictionary, the word “memory” means “ingatan”. So the word “memory” sounds better if translated as “ingatan”. The sentences “I had a memory for everything” is “Aku mengingat segalanya” and “my memory of that winter morning” is “kenanganku di pagi pada musim dingin”. Because google translate translated word by word.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
14
I was sleepy, still lying on the brick k’ang bed I shared with Precious Auntie.
Saya mengantuk, masih berbaring ditempat tidur K'ang bata saya berbagi dengan Bibi Tersayang.
Aku mengantuk, masih berbaring di atas kasur K’ang yang keras bersama bibi tersayang.
Analysis:
In the sentences, “on the brick K’ang bed” is an analogy to explain K’ang bed which feels like a stone. And the right translation is “di kasur K’ang yang keras”. Because google translation doesn’t understand analogy or idiom.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
15
The flue to our little room was furthest from the stove in the common room, and the bricks beneath me had long turned cold.
Buang ke kamar kecil kami adalah terjauh dari kompor di common room, dan batu bata di bawah saya sudah lama berubah dingin.
Cerobong asap untuk ruangan kecil kami adalah yang terjauh dari kompor di dalam ruangan bersama, dan batu bata di bawah saya sudah lama berubah dingin.
Analysis:
1.     The word “flue” is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “buang” which is not properly translated. Based on English-Indonesia Dictionary, the word “flue” means “pipa asap”, but translator still found it still sound unnatural. Based on Theasurus Bahasa Indonesia, the word ‘pipa” synonim with the word “cerobong”. So the word flue is sounds better and natural if translated as “cerobong asap”.
2.     The phrase “common room” is literally translated into Bahasa Indonesia using google translate become “common room” which is not properly translated, because the phrase “common room” is still not translated in Bahasa Indonesia. Based on English-Indonesia Dictionary, the phrase “common room” is translated into “ruang bersama”.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
16
Felt my shoulder being shaken.
Merasa bahu saya sedang terguncang.
Merasa bahuku menjadi bergetar.
Analysis:
The word “being” is a process that something occurs. And it doesn’t need word “sedang” if translate it (being).
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
17
When i opened my eyes, Precious Auntie began to write on a scrap of paper, then showed me what she had written.
Ketika saya membuka mata saya, Bibi Tersayang mulai menulis pada secarik kertas, kemudian menunjukkan apa yang telah ditulisnya.
Ketika aku membuka mataku, bibi tersayang memulai untuk menulis  pada potongan kertas, kemudian memperlihatkanku apa yang ia telah tulis.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
18
‘I can’t see,’ i complained.
Saya tidak bisa melihat, aku mengeluh.
Aku tidak bisa melihat,aku mengeluh.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
19
‘It’s too dark.’
Itu terlalu gelap.
‘Itu terlalu gelap.’
Analysis:
The word “it is are translated “itu adalah” in Indonesian. In this context, those words don’t have to be translated. So, the Indonesian of “it’s too dark” is just “terlalu gelap”.

PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
20
She huffed, set the paper on the low cupboard, and motioned that i should get up.
Dia mendengus, mengatur kertas di lemari rendah, dan memberi isyarat bahwa saya harus bangun.
Dia gusar, mengatur kertas pada lemari yang rendah, dan mengisyaratkan bahwa aku harus bangun.
Analysis:
The phrase “the low cupboard” is translated “di lemari rendah” in google translate. It is quite strange because google translate translates word by word. And the right one is “di lemari bagian bawah”.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
21
She lighted the teapot brazier and tied a scarf over her nose and mouth when it started to smoke.
Dia menyalakan tungku teko dan di ikat syal menutupi hidung dan mulutnya ketika mulai merokok.
Dia menyalakan tungku teko dan mengikat syal pada hidung dan mulutnya ketika mulai merokok.
Analysis:
In this sentences, “when it started to smoke” is translated “ketika mulai merokok”. In Indonesian. It is the right translation, but in this sentences something that produces smoke is a teapot. It is quite strange if teapot “merokok” in Indonesian. And the right one is “ketika (teko) itu mengeluarkan asap”.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
22
She poured face-washing water into the teapot’s chamber, and when right cheek was stiff as leather, the left was moist and soft.
Dia menuangkan air cuci muka ke dalam kamar teko, dan ketika pipi kanan adalah kaku seperti kulit, kiri itu basah dan lembut.
Dia menuangkan air pencuci muka kedalam teko, dan ketika pipi kanan kaku seperti jaket kulit, sedangkan pipi kiri itu basah dan lembut.
Analysis:
The phrase “teapot’s chamber” is “kamar teko” in Indonesian word by word translation. But, in this context it is quite strange to use “kamar teko” to translate it. The right one is “ke dalam teko.” Because teapot’s chamber means the part of teapot that is fulfilled by water.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
23
She could not taste the pleasures of life: salty and bitter, sour and sharp, spicy, sweet, and fat.
Dia tidak bisa merasakan kesenangan hidup: asin dan pahit, asam dan tajam, pedas, manis, dan lemak.
Dia tidak bisa merasakan kebahagiaan hidup: asin dan pahit, asam dan tajam, pedas, manis, dan lemak
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
24
No one else understood Precious Auntie’s kind of talk, so i had to say aloud what she meant.
Tidak ada orang lain memahami jenis Tersayang Bibi bicara, jadi saya harus mengatakan dengan keras apa maksudnya.
Tidak ada satupun yang mengerti apa yang di bicarakan Bibi Tersayang.


Analysis:
In this sentences “no one else understood” is translated “tidak ada orang lain memahami” in google translate. It is quite strange because it uses word by word translation. The right one is “tak ada satu pun yang mengerti” we add “yang” in this sentences to show the condition of people.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
25
Not everything, though, not our secret stories.
Tidak semuanya, meskipun, tidak cerita rahasia kami.
Meskipun, tidak semuanya bukan cerita rahasia kami.
Analysis:
In this sentences “not our secret stories” is translated “tidak cerita rahasia kami” in google translate. It is quite strange because it uses word by word translation. The right one is “bukan kisah-kisah rahasia kami.” The word “stories” has plural meaning, so it translates “kisah-kisah” in Indonesian language.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
26
She often told me about her father, the Famous Bonesetter from the Mouth of the Mountain, about the cave where they found the dragon bones, how the bones where divine, and could cure any pain, except a grieving heart: ‘Tell me again,’ i said that morning, wishing for a story about how she burned her face and became my nursemaid.
Dia sering bercerita tentang ayahnya, Terkenal Bonesetter dari Mulut Gunung, tentang gua di mana mereka menemukan tulang naga, bagaimana tulang di mana ilahi, dan bisa menyembuhkan rasa sakit, kecuali hati berduka: "Ceritakan lagi,saya katakan pagi itu, berharap untuk sebuah cerita tentang bagaimana dia membakar wajahnya dan menjadi pengasuh saya.
Dia sering bercerita tentang ayahnya, Bonesetter yang terkenal dari Mulut Gunung, tentang gua dimana mereka menemukan tulang-tulang naga, bagaimana tulang itu diramalkan, dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit, kecuali hati yang berduka: “Ceritakan padaku lagi,” saya berkata di pagi itu, berharap untuk sebuah cerita tentang bagaimana dia membakar wajahnya dan menjadi pengasuh saya.
Analysis:
The word “divine” is something that has connection to God or something that is sacred. In this page google translate translates it word by word and makes it is not easy to understand.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
27
I was a fire-eater, she said with her hands and eyes.
Aku adalah api pemakan, katanya dengan tangan dan matanya.
Aku pemakan api, dia berkata dengan tangan dan matanya.

Analysis:
The phrase “fire-eater” is translated “api pemakan” in google translate. It is quite strange because it uses word by word translation. The right one is “pelahap api.”
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
28
Hundreds of people came to see me in the market square.
Ratusan orang datang menemui saya di alun-alun pasar.
Ratusan orang datang untuk menemui ku di pasar.

Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
29
Into the burning pot of my mouth, i dropped my raw pork, added chilies and bean paste, stirred this up, then offered the morsels to people to taste.
Ke dalam panci membakar mulut saya, saya menjatuhkan daging babi mentah saya, menambahkan cabai dan pasta kacang, diaduk hal ini, kemudian menawarkan potongan kepada orang-orang untuk mencicipi.
Di dalam mulutku yang menyala, aku memasukkan daging babi, cabai dan pasta kacang, mengaduknya, kemudian menawarkannya ke orang-orang untuk dicicipi.
Analysis:
Google translate can’t differentiate the phrase, word that has plural or singular meaning. The phrase “stirred this up” is translated “di aduk hal ini” is quite strange. The right one is “mengaduknya.”
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
30
If they said, ‘Delicious!’ I opened my mouth as a purse to catch their copper coins.
Jika mereka berkata, 'Delicious!' I membuka mulut saya sebagai tas untuk menangkap koin tembaga mereka.
Jika mereka berkata ‘lezat!’ aku membuka mulutku sebagai tempat untuk menampung uang logam mereka.
Analysis:
In this page, the word “purse” is translated “tas” in google translate. In this page, “purse” means a place to save people’s coins.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
31
One day, however, i ate the fire, and the fire came back, and it ate me.
Suatu hari, namun, saya makan api, dan api itu kembali, dan itu makan saya.
Namun, suatu hari aku memakan api, dan datang kembali, dan api pun balik memakanku.
Analysis:
The word “ate” in this sentences means “memakan” in Indonesian. But if the fire ate, it becomes “api membakar” in Indonesian.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
32
After that, i decided not to be a cook-pot anymore, so i became your nursemaid instead.
Setelah itu, saya memutuskan untuk tidak menjadi-pot masak lagi, jadi saya menjadi pengasuh Anda sebagai gantinya.
Setelah itu, aku memutuskan untuk tidak memasak lagi, jadi aku memilih menjadi pengasuh mu.
Analysis:
A phrasal verb “cook-pot” is translated “memasak” because it can be directly translated if “cook-pot” is translated literally, the Indonesian is “pot-masak”, which is not clearly to the meaning of the text, That is why the translator translates “cook-pot” into “memasak” to make it clearer for the reader.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
TARGET LANGUAGE
REVISED
33
I laughed and clapped my hands, liking this made-up story best.
Aku tertawa dan bertepuk tangan, menyukai cerita yang dibuat-buat ini terbaik.
Aku tertawa dan bertepuk tangan, menyukai cerita karangan terbaik itu.
Analysis:
The phrase “liking this made up best story” is translated “menyukai cerita yang dibuat-buat yang terbaik” in google translate. It is quite strange because it translates word by word. The right one is “menyukai cerita karangan terbaik itu.”
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
34
The day before that,  she said she had eaten what she thought was a spicy Hunan dish only to find that it was the coals used for cooking.
Sehari sebelum itu, dia bilang dia makan apa yang dia pikir adalah Hunan hidangan  yang pedas hanya untuk menemukan bahwa itu adalah bara yang di gunakan untuk memasak.
Sehari sebelum itu, dia bilang dia telah makan apa yang dia pikir adalah Hunan hidangan yang pedas hanya untuk mengetahui  bahwa itu adalah batu bara yang digunakan untuk memasak.
Analysis:
The word “unlucky” doesn’t have to be translated here, because it will make unnatural meaning.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
35
No more stories, Precious Auntie now told me, her hands talking fast.
Tidak ada lagi cerita, Bibi Tersayang sekarang mengatakan kepada saya, tangannya berbicara cepat.
Tidak ada lagi cerita, Bibi Tersayang sekarang berkata pada saya, tangannya berbicara sangat cepat.


Analysis:
The phrase “her hands talking fast” is translated “tangannya bergerak cepat” in google translate. It is quite strange because it translates word by word. The right one is “tangannya sibuk mengerjakan sesuatu” because it is an idiomatic translation. Idiomatic translation is a translation that can’t be explained by word by word translation.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
36
It’s almost time for breakfast, and we must pray while we’re still hungry.
Sudah hampir waktu nya untuk sarapan, dan kita harus berdoa sementara kita masih lapar.
Sudah hampir waktunya  sarapan, dan kita harus berdoa ketika kita masih lapar.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
37
She retrieved the scarp of paper from the cupboard, folded it in half, and tucked it into the lining of her shoe.
Ia mengambil kembali scarp kertas dari lemari, melipatnya menjadi dua, dan terselip ke dalam lapisan sepatunya.
Dia mengambil kembali beberapa kertas dari lemari, melipatnya, dan menyelipkannya ke dalam sepatunya.
Analysis:
In this page, the word “scarp” means “lereng” in Indonesia. But in this context, “lereng” is quite strange to use.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
38
We put on our  padded winter clothes and walked into the cold corridor.
Kami mengenakan pakaian musim dingin empuk kami dan berjalan ke koridor dingin.
Kami mengenakan pakaian musim dingin kami yang tebal dan berjalan menuju koridor yang dingin.
Analysis:
In this page, the word “padded” means “berlapis” in Indonesian. That is an adjective word. Adjective is a word that explains word after that adjective word itself.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
39
The air smelled of coal fires in other wings of the compound.
Udara berbau kebakaran batubara di sayap lain senyawa.
Di bagian lain udaranya berbau batubara yang dibakar.
Analysis:
In this page, the phrase “in other wings” is translated “di sayap lain” in google translate. It is quite strange because it translates word by word. The right one is “di bagian lain” because it explains another rooms in that corridor that smell like burned coal.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
40
I saw Old Cook pumping his arm to turn the crank over the well.
Aku melihat Old Masak memompa lengannya untuk memutar engkol lebih baik.
Aku melihat Old Cook memompa lengannya untuk memutar engkol sebuah perkakas.

Analysis:
In this page, the phrase “over the well” is translated “engkol lebih baik” in google translate. It is quite strange because it translates word by word. The right one is “sebuah perkakas.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
41
I heard a tenant yelling at her lazy daughter in law.
Aku mendengar penyewa berteriak pada anak malas mertuanya.
Aku mendengar penyewa berteriak pada anak mertuanya yang malas.
Analysis:
The phrase “her lazy daughter in law” is translated “anak malas mertuanya” in google translate. It is quite strange because it translates word by word. The right one is “menantu perempuannya yang malas”.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
42
I passed the room that my sister, GaoLing, shared with Mother, the two of them still asleep.
Aku melewati ruang yang adikku, GaoLing, bersama dengan Ibu, mereka berdua masih tertidur.
Aku melewati kamar adikku Gaoling, yang berbagi kamar dengan ibu, mereka berdua masih tertidur.
Analysis:
In this page, the phrase “shared with mother” means “yang ditempati berdua ibu.” And the sentence “I passed the room that my sister, GaoLing” means “Aku melewati ruangan adikku, GaoLing” because it explains the room that belongs to GaoLing.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
43
We hurried to the south-facing small room, our ancestral hall.
Kami bergegas ke ruangan kecil yang menghadap ke selatan, ruang leluhur kami.
Kami bergegas ke ruangan kecil yang menghadap ke selatan, ruang leluhur kami.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
44
Instead, from the shoe’s lining, she took out the scarp of paper with the writting she had showed me earlier.
Sebaliknya, dari lapisan sepatu, dia mengeluarkan scarp kertas dengan writting dia telah menunjukkan kepada saya sebelumnya.
Malahan, dari lapisan sepatunya, dia mengeluarkan lembaran kertas dengan tulisan yang telah dia tunjukkan kepadaku sebelumnya.
Analysis:
In this page, google translation can’t translate the word “writing”. The word “writing” is a gerund. Gerund is a noun word that is added by suffix –ing.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
45
She nodded toward me and said with her hands: My family name, the name of all the bonesetters.
Dia mengangguk ke arah saya dan berkata dengan tangan: nama keluarga saya, nama semua bonesetters.
Dia mengangguk ke arahku dan berkata dengan tangannya: nama keluargaku, nama dari semua bonesetters.

Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
46
She put the paper name in front of my face again and said, never forget this name, then placed it carefully on the altar.
Dia meletakkan nama kertas di depan wajah saya lagi dan berkata, tidak pernah lupa nama ini, kemudian ditempatkan dengan hati-hati di atas altar.
Dia meletakkan nama kertas di depan wajah saya lagi dan berkata, tidak pernah lupa nama ini, kemudian ditempatkan dengan hati-hati di atas altar.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.
PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
47
We bowed and rose, bowed and rose.
Kami membungkuk dan bangkit, membungkuk dan bangkit.
Kami membungkuk dan bangkit, membungkuk dan bangkit.
Analysis:
The sentence above is the same meaning and the same structure. The meaning of original text, nothing should be arbitrarily added or removed.

PAGE NUMBER
SOURCE LANGUAGE
GOOGLE TRANSLATION
REVISED
48
Each time my head bobbed up, i looked at the name.
Setiap kali kepalaku nongol up, saya melihat nama.
Setiap kali kepalaku melongo, aku melihat nama itu.
Analysis:

The phrase “bobbed up” is translated “nongol up” in google translate. It is quite strange because it uses word by word translation. The right one is “ke atas.”